• POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • GALERI
  • Info Terkini dan Terpercaya
    Home
    Nanggroe
    Kutaraja
    Pase
    Aceh

    SEMUA RUDAL IRAN AMANAH

    Oleh: taufik nessen

    Setiap kali Iran melepaskan rudal ke arah Israel atau pangkalan militer AS, dunia geger. Warga Aceh juga ikut gelisah—meski jaraknya ribuan kilometer. Ada yang bertanya dengan nada setengah bercanda, “Jangan-jangan rudalnya nyasar ke Aceh?” Tapi faktanya, tidak satu pun rudal Iran melenceng ke Idi Cut, apalagi ke Panton Labu.
    Rudal Iran memang besar-besar. Tapi jangan salah, besar bukan berarti sembarangan. Justru rudal Iran terkenal disiplin. Mereka “amanah”—dalam arti taat betul pada koordinat yang sudah diprogram. Tidak pernah nyasar ke tempat yang tidak ditugaskan. Hebatnya lagi, rudal itu tetap setia pada titik sasaran meski terbang ribuan kilometer. Beda dengan sebagian manusia, yang baru keluar kantor saja sudah lupa tujuan.

    Kenapa bisa sepresisi itu? Karena Iran menggunakan teknik fisika tingkat tinggi dalam sistem navigasi rudalnya. Teknologi yang mereka gunakan menggabungkan Inertial Navigation System (INS), GPS militer, dan bahkan koreksi arah otomatis berbasis sensor. Rudal mereka bukan cuma mengandalkan arah angin dan doa. Setiap derajat, setiap detik, semuanya dihitung secara ilmiah—menggunakan prinsip aerodinamika, gravitasi, rotasi bumi, hingga kelembaban udara.

    Para insinyur militer Iran bahkan menyetel sudut peluncuran dan kecepatan rudal berdasarkan simulasi balistik yang rumit. Maka tidak heran, rudal mereka bisa menghantam sasaran dengan presisi, bahkan hingga bunker bawah tanah di Timur Tengah. Bukan ke halaman Meuligoe Gubernur, bukan pula ke laut Simeulue.

    Anehnya lagi, rudal-rudal itu tidak pernah sekalipun “tersesat” ke Arab Saudi. Padahal secara geografis, Saudi jauh lebih dekat ke Iran ketimbang Israel. Ini bukti bahwa sistem mereka tidak cuma canggih, tapi juga "berakhlak navigasi".

    Jadi, kalau hari ini tidak ada rudal yang mendarat di Aceh, itu bukan karena kita beruntung. Itu karena teknologi Iran sangat patuh pada perintah. Kalau bisa bicara, mungkin rudal itu akan bilang: “Saya hanya mengerjakan tugas sesuai target. Aceh bukan urusan saya.”

    Meski begitu, kita tidak boleh lengah. Dunia sedang panas. Perang bisa meluas, konflik bisa merembet, dan teknologi bisa jatuh ke tangan yang salah. Namun selama kita tetap menjaga politik bebas aktif dan tidak ikut campur urusan negara orang, besar kemungkinan langit Aceh tetap tenang.