Sikap Islam dan Kristen Terhadap Terrorisme
4 April, 2013 - Di “Boston Marathon” di Amerika beberapa bom teroris
meledak. Tiga orang terbunuh dan 264 orang luka. Pelakunya orang Islam
dan Chechnya, Rusia.
21 September 2013 - Westgate Shopping Mall di Nairobi, Kenya diserang
teroris Islam Al-Shabaab dari Somalia. Setidaknya 67 orang terbunuh.
Pelaku-Pelaku Teroris yang Beragama
Umumnya orang Islam dan Kristen menyesalkan serangan teroris. Karena
teroris di atas beragama Islam, umat Muslim pun makin jengkel.
Kebanyakan orang Islam berpendapat agamanya tidak mendukung terorisme.
Seperti baru-baru ini pimpinan NU maupun Muhammadiyah menyatakan bahwa
mereka tidak mendukung kekerasan yang dipergunakan ISIS di Timur Tengah
(Muslim Leaders Condemn Support for ISIL, Jakarta Post, August 2, 2014).
Perlu diketahui, secara historis orang Kristen, Hindu, Budha, Ateis
juga terlibat dalam tindakan teror. Jadi sangat salah jika agama Islam
dianggap sebagai satu-satunya agama yang menghasilkan teroris.
Umat Beragama Tidak Menaati Ajaran Agamanya
Kita tahu tidak semua umat beragama menaati ajaran agamanya.
Misalnya, baik agama Islam maupun Kristen melarang mabuk. Namun
faktanya, ada saja pengikut dua agama ini yang senang mabuk-mabukan.
Contoh lain adalah perintah Isa Al-Masih yang tertulis dalam Buku Allah. Isa memerintahkan pengikut-Nya, “Kasihilah
musuhmu . . .”, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang
perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka . . .”, “Kasihlah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Besar Matius 5:55, 7:12, 22:39).
Sayang orang Kristen tidak selalu menaati ajaran Isa dalam hal ini. Namun satu hal yang pasti, pengikut Isa Al-Masih yang benar mustahil terlibat dalam tindakan terorisme.
Ajaran Agama Islam Tentang Terorisme
Seperti ditulis di atas, sebagian besar orang Islam sangat menolak sepak-terjang teroris. Tetapi, adakah ajaran dalam Kitab Islam yang dapat digunakan teroris
untuk membenarkan tindakannya? Tentu! Ada lebih dari 100 ayat Al-Quran
yang mendukung jihadis. Berikut dua ayat diantaranya untuk
dipertimbangkan.
Qs 4:74 – “Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar
kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah.
Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh
kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.”
Qs 9:5 – “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka
bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan
tangkaplah mereka. . . .”
Muhammad berkata: Berperang melawan orang-orang sampai mereka
mengaku bahwa tidak ada allah kecuali Allah, dan Muhammad adalah rasul
Allah” (Hadits, Muslim 1:33).
Kesimpulan
Orang Kristen seharusnya malu dan menyesal karena tidak selalu
menaati intisari etika Injil. Mereka perlu bertanya pada diri sendiri,
“Mengapa saya tidak mengasihi sesama, termasuk musuh, sebagaimana Isa
Al-Masih mengajarkannya?”
Demikian juga dengan orang Islam. Mereka perlu merenungkan pertanyaan
berikut, “Mengapa ada begitu banyak ayat dalam buku suci kami yang
dipergunakan ekstremis untuk membenarkan terorisme?”
Penganut Islam dan Kristen perlu mempertimbangkan kembali karakter
Isa Al-Masih. Yang walaupun disalibkan, tetap mengasihi musuh-Nya,
bahkan mengampuni mereka. Lagi Ia menyediakan pengampunan kekal juga buat kita semua.
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa Al-Quran memuat begitu banyak ayat tentang jihad?
- Mengapa Isa Al-Masih begitu berfokus pada pengampunan dan keperluan mengasihi musuh?
- Apa yang dapat diperbuat oleh orang beragama supaya lebih menaati perintah Isa Al-Masih untuk mengasihi musuh?