• POLITIK
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • GALERI
  • Info Terkini dan Terpercaya
    Home
    Nanggroe
    Kutaraja
    Pase
    Aceh
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4NjWZRDLBRtaR9BhFKqgG7dTHU5qjuOKoIs0E6PP26Uutar0Cn-Q1bMB2dlLSZ8hX0tqoS4bR0IYu149fDUNCHhn3UVkB8OHhwA4QNHd7UDb-dlMY14a_YJWwz6dKGtPB7oFRF6ZuyGg/s1600/prayer-1751769_1920.jpgAlkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
    bekerja ikut pemborong.

    .

    Iapun bermaksud mengajukan pensiun
    karena ingin memiliki banyak waktu
    untuk keluarganya.
    .
    Si Pemborong berkata,
    "Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu
    satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.
    .
    Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
    .
    Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
    Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.
    .
    Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
    "Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."
    .
    Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..
    .
    Saudaraku..
    Ibadah yang kita kerjakan
    di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.
    .
    Jangan sampai kelak kita menyesal
    karena kita menempati rumah  yang kita bangun asal-asalan.
    *.. Selamat beraktifitas saudaraku... Dan jadikan hidupmu berarti..

    Semangat Perubahan

    Sumber Cerita : Broadcast Group Whatsapp
    Gambar hanya ilustrasi, sumber :pixabay
    Kisah Inspiratif : Lelaki Tua dan Selimut
    4 April 2017 06.48
    Seorang lelaki tua dengan baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah. Dari bajunya, kelihatan kalau lelaki tua tersebut dari golongan fakir. Para pengunjung di toko tersebut (yg rata-rata borjuis) melihat aneh kepada lelaki tua itu. Tetapi tidak dengan pemilik toko.

    Pemilik toko: ''Mau cari apa pak?'', tanyanya ramah.

    Lelaki Tua: ''Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.. '', jawabnya ragu.

    Pemilik toko: ''Tapi kenapa pak?''

    Lelaki tua: ''Saya hanya punya uang 100 riyal. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin'', ucapnya polos.

    Pemilik toko: ''Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya cuma 20 riyal saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai'', jawabnya sigap.

    Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah. Ia menyodorkan uang 100 riyal, lalu membawa selimut yang dibelinya pulang.

    Seorang teman pemilik toko yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada pemilik toko:

    ''Tidak salah? Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di tokomu ini. Kemarin kau jual kepadaku 450 riyal. Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu 20 riyal?", protesnya heran.

    Pemilik toko: ''Benar. Memang harga selimut itu 450 riyal, dan aku menjualnya padamu tidak kurang dan tidak lebih. Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia. Sekarang aku berdagang dengan Allah".

    "Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak menginginkan uangnya sedikitpun. Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua tersebut agar dia seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga bisa membuatnya malu".

    "Demi Allah! Aku hanya ingin lelaki tua itu dan keluarganya terhindar dari cuaca musim dingin yang sebentar lagi datang. Dan aku pun berharap Allah menghindarkanku dan keluargaku dari panasnya api neraka..'',

    #Sungguh, diperlukan seni dan trik dalam beramal dan bersedekah agar membuat orang lain tidak merasa malu atau rendah

    #Share